Membangun Serangan Pada Formasi Tiga Bek

Oleh sebab itu, cara ini cukup digemari oleh bernard yang mempunyai kualitas player depan dan tengah dalam cukup baik. Pendekatan yang lain yang juga menjadi dalam paling optimis adalah dengan menaikkan dua fullback sekaligus untuk mendapatkan dimensi serangan yang paling baik. Sedangkan untuk keseimbangan, gelandang tetap yang akan mendapatkan tugas tambahan untuk menutup tiap-tiapo celah yang ditinggalkan fullback. Pendekatan super offensive terkait yang umumnya dipakai bernard level atas dan juga merupakan salah satu pendekatan yang paling membuahkan hasil.

Dua player ini adalah kunci buat mendapatkan area sirkulasi bola yang lebih luas. Tapi diantara beberapa variasi tersebut, musim ini Paulo Sousa di Fiorentina memiliki ragam yang sepertinya bisa akhirnya menjadi penantang cukup sepadan untuk skema empat bek yg sebelumnya sudah mapan. Fiorentina memainkan formasi, dengan dipadu beberapa pergerakan yang menyajikan sistem yang dipakai setelah fleksibel, sekaligus sangat bagus ketika melakukan dua etapa transisi. Sebagai dedengkot sepakbola modern, Pep Guardiola sejak musim lalu di Bayern Munchen juga mulai gemar untuk bereksperimen dengan formasi tiga bek dan semua jenis variannya.

Indra Sjafri ketika menahkodai Timnas U19 juga menggunakan solusi tanpa fullback yang melakukan overlap untuk mendapatkan keseimbangan. Tapi dia tahu efek buruk yang akan didapatkan winger, sehingga menyeleksi memakai satu gelandang yg akan bergerak ke flank untuk membantunya. Di beberapa momen hal ini sukses, di momen lainnya siapa sangka tidak.

Perlu stamina luar biasa bagi sang gelandang untuk terus bisa bergerak menyamping membantu winger, akan tetapi sayangnya kala itu Indra Sjafri hanya memiliki 1 saja Zulfiandi. Solusi standar dari masalah ini biasanya dengan membuat fullback buat naik bergantian. Jika satu fullback naik, maka fullback yang lain tetap dalam belakang, untuk menjaga agar tidak kurang dari 3 pemain yang berada pada lini belakang.

Dua gelandang serang yang berada di halfspace juga bisa berfungsi buat mendelay bola jika bukan menginginkan serangan balik laju. Hal ini akan memberikan wingback waktu untuk melancarkan recovery posisi untuk balik naik, setelah biasanya mereka akan turun cukup jauh ketika bertahan. Di etapa setelahnya untuk bisa keluar dari tekanan lawan, formasi juga relatif jauh lebih apik dalam melakukannya daripada 3-5-2. Sama seperti melalui fase sebelumnya, penempatan posisi dua gelandang serang akan kembali berperan krusial pada fase transisi positif ini. Tentu saja jika semakin sedikit pemain lawan yg ada di depan, akan berkurang juga ancaman serangan balik.

Solusi terkait cukup bagus, karena motif serangan akan tetap dapat mendapatkan solusi lebar lapangan ataupun overload di location flank, tapi juga tentu mempunyai pemain yang patut di belakang. Yang juga perlu diperhatikan adalah gaya dua pemain di sisi luar yang berada di halfspace (area antara flank dan tengah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *